| Kiprah DMR |
|
|
|
|
Sejak tahun 2002, sebuah riset di Institut Teknologi Bandung (ITB) bertajuk Sistem Pemindaian LJK/DBJ Berbiaya Rendah mulai dilaksanakan. Publikasi riset pada awal tahun 2004 di jurnal ilmiah ITB, Harian Pikiran Rakyat (PR) dan http://ilmukomputer.com (IKC) kemudian banyak mendapat tanggapan, salah satunya berasal dari sekolah menengah kejuruan di Cirebon yang ingin segera mengimplementasikannya. Namun sayang, saat itu produk perangkat lunak DMR masih menjalani tahap pengujian final di ITB. Dua setengah tahun berselang, pada awal Nopember 2006, sebuah e-mail tua pada Inbox salah satu anggota tim pengembang DMR tanpa sengaja terbuka. Isinya tidak lain adalah pernyataan minat menggunakan DMR dari sekolah menengah kejuruan di Cirebon pada awal tahun 2004. Spontan, tim pemasaran DMR segera menghubungi nomor kontak yang tersedia dan menawarkan paket harga khusus untuk sekolah. Penghargaan, Pengguna, dan Publikasi DMR DMR telah digunakan dalam pemeriksaan jutaan lembar LJK Seleksi CPNS 2004 dan 2005 di tingkat nasional maupun tingkat propinsi di Indonesia. DMR juga telah digunakan oleh universitas ternama seperti ITB, IPB, UGM, Unpad, USU, UNS, Unibraw, UNM, UNG, Unimed, UPI, Unisba, Unjani, dsb. Ketenaran DMR tidak lepas dari pameran yang sering diikuti di Bandung, Jakarta dan Singapura seperti pada BHTV Expo 2004, PKS Expo 2005, dan Pameran Pendidikan di gedung Departemen Pendidikan Nasional bulan Agustus 2006 lalu. DMR juga kerap dimuat di media massa, seperti Gatra, PR, Komputer Aktif dan detik.com. Selain itu, tim pemasaran DMR telah pula menjalin kerja sama dan mendapat kepercayaan sebagai penyalur merk-merk scanner dokumen terkenal seperti Fujitsu, Canon, HP, Panasonic dan Kodak. DMR vs OMR DMR adalah sebuah perangkat lunak yang dapat menjadikan sebuah pemindai (scanner) dokumen beralih fungsi menjadi scanner pemeriksa LJK. DMR hadir sebagai pengganti teknologi pendahulunya, Optical Mark Recognition (OMR) yang kini tidak lagi menjadi pilihan utama, tidak saja karena mahalnya harga perangkat pemindai yang harus disediakan, namun juga karena beberapa batasan-batasan lain yang menjadi kekurangan.Dengan memanfaatkan DMR, biaya operasional dapat ditekan karena:
Adanya fitur pembacaan tanda silang memungkinkan DMR dimanfaatkan dalam psikotes maupun pengisian kuesioner, seperti yang diimplementasikan oleh:
Peningkatan Fitur DMR ![]() Hingga akhir tahun 2006, beberapa kemajuan yang telah dimiliki DMR antara lain:
Dalam waktu dekat, DMR akan memiliki kemampuan untuk membaca karakter alfanumerik cetak, sehingga dapat digunakan lebih optimal untuk keperluan identifikasi kuesioner. DMR di Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Pengguna DMR dari kalangan sekolah jumlahnya tidak sedikit, baik yang terkenal dan bertaraf internasional, maupun yang belum begitu dikenal. Penggunaannya tidak jauh dari pelaksanaan ujian semester, ujian try out, maupun untuk pengisian biodata siswa pada saat pendaftaran ulang. Adapun bagi pemerintah kota/kabupaten, khususnya dinas pendidikan kota/kabupaten, DMR sering dimanfaatkan untuk ujian Penerimaan Siswa Baru (PSB), pendataan tenaga kependidikan, hingga try out massal tingkat kota/kabupaten. Pemanfaatan DMR bagi pihak sekolah dan dinas pendidikan sangat besar peranannya dalam meringankan pekerjaan dan rutinitas instansi dalam rangka pencapaian tujuan. Dengan optimalisasi penggunaan DMR, tugas tenaga pendidik dapat lebih difokuskan untuk pembuatan bank soal yang bermutu, karena pemeriksaan LJK dan analisis terhadap nilai siswa dapat dipercayakan kepada perangkat lunak, dalam hal ini DMR. Selain sekolah, lembaga yang telah mengambil banyak manfaat DMR secara langsung adalah Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah, serta Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis (PPPG Tertulis) Bandung. Pada lembaga-lembaga tersebut, DMR banyak digunakan sebagai alat bantu evaluasi pelatihan serta psikotes dan kuesioner yang diselenggarakan dalam volume yang tidak sedikit. Untuk itu diperlukan pemindai dan DMR dalam jumlah yang lebih dari 1 dengan kecepatan pemindaian hingga 120 lembar per menit. Tim pemasaran DMR juga telah memberikan pelayanan pemeriksaan LJK cuma-cuma menggunakan DMR kepada beberapa himpunan mahasiswa di ITB yang mengadakan try out SPMB serta kepada Tim Olimpiade Biologi Indonesia yang berada dalam koordinasi Biologi ITB. DMR untuk Bimbingan Belajar Telah menjadi tren bagi lembaga bimbingan belajar (LBB) untuk menyediakan alat pemindai sebagai fasilitas pendukung dalam pemeriksaan LJK try out SPMB yang diselenggarakannya. Namun mengingat LBB sebagai lembaga dengan tujuan komersial, tim pemasaran DMR tidak memberikan kebijakan harga yang sama sebagaimana halnya kepada sekolah dasar dan menengah. LBB yang telah menggunakan DMR tersebar pula di Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan menggunakan beragam jenis pemindai, mulai dari 400 lembar per jam hingga 3600 lembar per jam sesuai kebutuhan setiap LBB Buatan Indonesia, Menggunakan Media USB Drive/Flash Disk, Layanan Purna Jual Prima Sebagaimana dikemukakan di awal, bahwa DMR dikembangkan di ITB, penelitian DMR pun dilaksanakan 100% oleh civitas akademika ITB berkebangsaan Indonesia. Hal tersebut patut menjadi kebanggaan kita bersama karena kita dapat membuktikan bahwa Indonesia juga tidak kalah maju dalam pengembangan perangkat lunak yang berkualitas. Salah satu buktinya adalah kekaguman beberapa dosen Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang setelah berkunjung ke ITB kemudian tanpa ragu membeli DMR kemudian melakukan perkenalan dan sosialisasi DMR di UTM pada tahun 2005 lalu. Sebuah kehati-hatian juga patut dipelihara, karena disinyalir bahwa kini telah beredar DMR palsu yang juga dibuat di Indonesia, yang sama sekali merupakan plagiat dari DMR, mengaku juga dikembangkan di ITB, namun menggunakan nama lain yang mirip maupun jauh berbeda. Sebagai petunjuk dalam membedakannya, DMR yang asli didistribusikan dalam bentuk USB Drive/Flash Disk dan tidak memerlukan proses instalasi sehingga sangat cocok untuk digunakan pada lembaga yang mobilitasnya sangat tinggi atau komputernya beresiko terkena virus. Bila USB Drive/Flash Disk tidak dalam keadaan terpasang, DMR tetap dapat dijalankan tetapi beberapa fitur tidak dapat diaktifkan. Pelayanan purna jual merupakan sebuah keharusan yang setiap saat harus selalu diperhatikan calon konsumen DMR sebelum memutuskan untuk melakukan pemesanan. Dengan dibantu jaringan distributor dan reseller dari Prismatek dan Suteki-Tech, jangkauan distribusi DMR dapat menggambarkan area yang dicakupi oleh pelayanan purna jual. Konsultasi dan pelayanan konsumen juga dapat dilakukan melalui percakapan telepon, SMS, e-mail, maupun pesan instan. Show room berbagai jenis scanner juga tersedia di Jakarta dan Bandung untuk memudahkan konsumen untuk mengamati dan mencoba secara langsung kinerja dan kualitas DMR maupun pemindai yang akan dipasangkan dengannya. Peran Serta Pemerintah DMR tersedia dengan harga khusus untuk sekolah dasar dan menengah. Harga varian terendah, yaitu Mini DMR tersedia di bawah 9 juta rupiah sudah termasuk scanner (All-In-One HP 4355) berkecepatan 400 lembar per jam. Nama varian berikutnya adalah DMR Akademik dengan harga di bawah 14 juta rupiah sudah termasuk scanner (Fujitsu ScanSnap S500) berkecepatan 1080 lembar per jam. Harga tersebut tentunya dapat ditekan lagi jika pengadaan DMR dilakukan secara massal, karena dari sisi penyedia DMR, biaya pengiriman, pelatihan dan purna jual dapat ditekan. Di sanalah dibutuhkan peran pemerintah yang diharapkan jeli melihat kebutuhan sekolah yang seharusnya tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Beragam bentuk keringanan bagi sekolah dapat menjadi tujuan inisiatif subsidi maupun koordinasi oleh lembaga yang secara struktural lebih tinggi. Misalnya beberapa sekolah dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKSS) maupun dinas pendidikan kota/kabupaten bekerjasama untuk menganggarkan pengadaan DMR untuk puluhan hingga ratusan sekolah, atau dinas pendidikan tingkat propinsi berinisiatif mengadakan DMR untuk ribuan sekolah, atau bahkan proyek pengadaan DMR di tingkat nasional untuk ribuan sekolah berprestasi atau yang telah memperoleh standar internasional. Peran Serta Tenaga Pendidik Untuk mencapai cita-cita yang tinggi, tentunya membutuhkan pengorbanan dan kerja sama. Misi utama pengembangan DMR sejak 4 tahun yang lalu adalah agar semua sekolah di Indonesia memiliki alat pemeriksaan ujian sendiri yang murah, akurat, berkualitas dan dapat diandalkan. Untuk memperlancar misi tersebut, bentuk pengorbanan yang telah dilakukan tim pemasaran DMR adalah dengan menyediakan paket DMR dengan harga yang sangat miring khusus untuk sekolah. DMR juga mengadakan beberapa promo khusus, misalnya DMR Goes to School yang berakhir Oktober lalu. Pada promo tersebut, DMR menyediakan hadiah Mini DMR dan komputer untuk 2 sekolah dengan rekomendasi terbanyak yang terpilih pada situs web. Kerja sama dengan para tenaga pendidik juga dibutuhkan, salah satunya adalah berupa pesan agar cita-cita pengembangan DMR dapat didengarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah, direalisasikan dan dimanfaatkan oleh pihak sekolah di seantero Nusantara. Mulailah saat ini, bayangkan hal-hal kecil yang dapat terbantu dengan pemanfaatan DMR, dan mulailah meyakinkan pada lembaga tempat kita bertugas untuk memiliki DMR, baik sebagai alat pemeriksaan ujian sendiri maupun sebagai alat bantu dalam pengumpulan data berupa formulir maupun kuesioner. Publikasi ini dipersembahkan oleh Digital Mark Reader (DMR). -- DMR adalah solusi pemeriksaan LJK ujian, kuesioner, entri data, dan psikotes dengan komputer, digunakan oleh sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, hingga industri. Wujud DMR adalah berupa perangkat lunak yang penggunaannya dipasangkan dengan scanner dokumen ber-feeder dari Fujitsu, Canon, HP, Kodak, Xerox, Bowe-Bell Howell dan Panasonic. DMR adalah buatan Indonesia dan penggunaannya telah meluas bahkan hingga ke negara tetangga. |




DMR adalah sebuah perangkat lunak yang dapat menjadikan sebuah pemindai (scanner) dokumen beralih fungsi menjadi scanner pemeriksa LJK. DMR hadir sebagai pengganti teknologi pendahulunya, Optical Mark Recognition (OMR) yang kini tidak lagi menjadi pilihan utama, tidak saja karena mahalnya harga perangkat pemindai yang harus disediakan, namun juga karena beberapa batasan-batasan lain yang menjadi kekurangan.